SIMPLE QUEUE

Modul Praktikum: Manajemen Bandwidth MikroTik — Simple Queue
Modul Praktikum

Manajemen Bandwidth di MikroTik — Simple Queue

Panduan praktikum lengkap: teori, konfigurasi, contoh kasus, pengukuran, dan evaluasi. Cocok untuk siswa TKJ/administrator jaringan tingkat dasar–menengah.

Tujuan Pembelajaran

  • Memahami konsep antrian dan pembatasan bandwidth (QoS) di MikroTik.
  • Mengimplementasikan Simple Queue untuk membatasi kecepatan upload/download per-host, per-subnet, dan per-service.
  • Mengetes dan memonitor efektivitas konfigurasi menggunakan alat pengukuran (Speedtest, Torch, Queue Tree counters).
  • Mengatasi masalah umum pada konfigurasi Simple Queue.

Prasyarat

  • RouterOS (disarankan v6.x atau v7.x) dengan akses admin (Winbox/CLI/WebFig).
  • Topologi sederhana: Internet ⇄ MikroTik (WAN) ⇄ Bridge/LAN ⇄ Switch ⇄ Client.
  • Pengetahuan dasar IP addressing, firewall NAT, dan administrasi RouterOS.

Konsep Singkat

Simple Queue adalah fitur MikroTik untuk membatasi bandwidth tanpa perlu membuat struktur queue tree yang kompleks. Cocok untuk skenario pembatasan per-IP atau per-target. Simple Queue bekerja pada layer forward/bridged dan dapat mengatur max-limit, limit-at, burst, dan priority.

ParameterFungsi
max-limitBatas maksimum download/upload (mis: 2M/512k)
limit-atGuaranteed minimum bandwidth (reservasi)
burstMengizinkan kecepatan lebih tinggi sementara sebelum menurunkan ke max-limit
priorityPrioritas antara queue (1 paling tinggi, 8 paling rendah)

Topologi Lab

Internet -- WAN (ether1) MikroTik (ether2=LAN) -- switch -- client (192.168.88.x)

Asumsi:
- LAN network: 192.168.88.0/24
- MikroTik IP LAN: 192.168.88.1

Langkah 1 — Konfigurasi Dasar (DHCP & NAT)

Jika router belum dikonfigurasi, jalankan perintah dasar berikut:

# Set IP LAN
/ip address add address=192.168.88.1/24 interface=bridge comment="LAN"

# DHCP Server (jika perlu)
/ip pool add name=dhcp_pool ranges=192.168.88.10-192.168.88.200
/ip dhcp-server add name=dhcp1 interface=bridge address-pool=dhcp_pool
/ip dhcp-server network add address=192.168.88.0/24 gateway=192.168.88.1

# NAT masquerade untuk internet
/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade

Langkah 2 — Simple Queue: Contoh Dasar Per-IP

Contoh: Batasi setiap PC ke 2 Mbps download dan 512 kbps upload.

# Tambah Simple Queue per-IP
/queue simple add name="Limit-192.168.88.10" target=192.168.88.10/32 max-limit=2M/512k comment="Limit PC A"
/queue simple add name="Limit-192.168.88.11" target=192.168.88.11/32 max-limit=2M/512k comment="Limit PC B"

# Tampilan daftar queue
/queue simple print

Catatan: Anda dapat menambah banyak entry; untuk skala besar gunakan queue tree + PCQ atau mangle untuk marking if needed.

Langkah 3 — Menggunakan PCQ (Per-User Fairness) di Simple Queue

PCQ (Per-Connection Queuing) bagus untuk membagi bandwidth secara adil pada subnet besar.

# Contoh Simple Queue dengan PCQ untuk target subnet
/queue simple add name="PCQ-Subnet-192.168.88.0" target=192.168.88.0/24 max-limit=10M/2M \
  pcq-rate=0/0 pcq-classifier=dst-address pcq-total-limit=1000 comment="PCQ fairshare"

# Lebih baik menggunakan parameter PCQ upload/download
/queue simple add name="PCQ-Upload" target=192.168.88.0/24 max-limit=10M/2M \
  queue=pcq-upload-default/pcq-download-default

Parameter PCQ umum: pcq-rate (limit per-client), pcq-total-limit, pcq-classifier.

Langkah 4 — Menggunakan Burst

Burst memungkinkan klien menggunakan kecepatan lebih tinggi sementara waktu singkat.

/queue simple add name="Burst-Example" target=192.168.88.20/32 \
  max-limit=2M/512k limit-at=128k/64k burst-limit=5M/1M burst-threshold=2M/512k burst-time=10s/10s

# Penjelasan:
# - limit-at = guaranteed minimum
# - burst-limit = kecepatan puncak sementara
# - burst-threshold = ambang penggunaan untuk aktifkan burst
# - burst-time = durasi (s)

Langkah 5 — Prioritas Queue

Prioritas berguna bila Anda punya beberapa queue yang saling bersaing. Nilai 1 paling tinggi, 8 paling rendah.

/queue simple add name="HighPriority-VoIP" target=192.168.88.50/32 max-limit=256k/128k priority=1
/queue simple add name="Limit-Default" target=0.0.0.0/0 max-limit=10M/2M priority=8

Praktikum & Tugas

  1. Konfigurasikan DHCP & NAT pada router (sesuai topologi).
  2. Buat 3 Simple Queue: Guru (188.88.88.10) unlimited, Siswa (192.168.88.20) 1M/256k, Guest subnet 192.168.88.128/25 dengan PCQ share 2M/512k.
  3. Tambahkan burst pada queue siswa agar dapat akses singkat cepat saat start download.
  4. Ukur kecepatan menggunakan speedtest.net dari masing-masing klien dan catat hasilnya.
  5. Gunakan /tool torch dan /queue simple monitor name=Limit-192.168.88.20 untuk memonitor traffic dan counters.

Template laporan praktikum: Tujuan, langkah konfigurasi, perintah yang dijalankan, screenshot hasil speedtest, analisis apakah limit bekerja dan rekomendasi perbaikan.

Monitoring & Verifikasi

  • /queue simple print stats — melihat utilization per-queue.
  • /queue simple monitor [find where name~"Limit"] — menampilkan real-time rate untuk queue tertentu.
  • /tool torch interface=bridge — melihat koneksi aktif dan rate.

Troubleshooting Umum

MasalahPenyebabSolusi
Queue tidak menahan kecepatan Rule NAT/route bypass, queue target salah (CIDR), PCQ tidak cocok Periksa target, gunakan target /32 untuk testing, pastikan tidak ada NAT dstnat yang mengubah target
High CPU saat banyak queue Terlalu banyak queue simpel, Router spes rendah Gunakan PCQ & queue tree di router yang lebih kuat, batasi jumlah queue
Pengguna merasa lag Priority salah, limit terlalu rendah, burst tidak sesuai Atur priority untuk layanan penting, tinjau limit-at & burst

Perintah CLI Lengkap (Copy–Paste)

# Asumsi: LAN interface = bridge, WAN = ether1
/ip address add address=192.168.88.1/24 interface=bridge
/ip pool add name=dhcp_pool ranges=192.168.88.10-192.168.88.200
/ip dhcp-server add name=dhcp1 interface=bridge address-pool=dhcp_pool
/ip dhcp-server network add address=192.168.88.0/24 gateway=192.168.88.1
/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade

# Simple Queue per-IP
/queue simple add name="Limit-192.168.88.20" target=192.168.88.20/32 max-limit=1M/256k limit-at=128k/64k \
  burst-limit=3M/768k burst-threshold=1M/256k burst-time=10s/10s priority=8

# PCQ untuk subnet
/queue simple add name="PCQ-Subnet" target=192.168.88.0/24 max-limit=10M/2M queue=pcq-upload-default/pcq-download-default

# Monitor
/queue simple print stats
/queue simple monitor [find name="Limit-192.168.88.20"]

# Hapus contoh queue
/queue simple remove [find name="Limit-192.168.88.20"]

Evaluasi & Penilaian

Rubrik sederhana:

  • Konfigurasi benar & berfungsi: 50%
  • Laporan (screenshot & analisa): 30%
  • Penjelasan troubleshooting dan rekomendasi: 20%

Topik Opsional (Lanjutan)

  • Perbandingan Simple Queue vs Queue Tree + PCQ.
  • Integrasi mangle untuk marking traffic (VoIP, Streaming) dan buat queue berdasarkan mark.
  • Automasi pembuatan queue dengan script (untuk lab besar).

© 2025 — Modul praktikum untuk pembelajaran MikroTik. Silakan minta penyesuaian (bahasa, contoh IP, atau soal latihan) jika perlu.

Komentar